Jumat, 27 Desember 2019

PANTUN

PANTUN

Pengertian Pantun : Ciri-Ciri, Syarat, Struktur dan Jenis-Jenis Pantun
Sumber Gambar: https://sinau.info/
Pantun merupakan salah satu jenis puisi lama yang sangat luas dikenal dalam bahasa-bahasa Nusantara. Dalam bahasa Jawa, dikenal sebagai parikan dan dalam bahasa Sunda dikenal sebagai paparikan. Lazimnya pantun terdiri atas empat larik (atau empat baris bila dituliskan), bersajak akhir dengan pola a-b-a-b (tidak boleh a-a-a-a, a-a-b-b, atau a-b-b-a). Pantun pada mulanya merupakan sastra lisan namun sekarang dijumpai juga pantun yang tertulis.

Semua bentuk pantun terdiri atas dua bagian: sampiran dan isi. Sampiran adalah dua baris pertama, kerap kali berkaitan dengan alam (mencirikan budaya agraris masyarakat pendukungnya), dan biasanya tak punya hubungan dengan bagian kedua yang menyampaikan maksud selain untuk mengantarkan rima/sajak. Dua baris terakhir merupakan isi, yang merupakan tujuan dari pantun tersebut.

Karmina dan talibun merupakan bentuk kembangan pantun, dalam artian memiliki bagian sampiran dan isi. Karmina merupakan pantun "versi pendek" (hanya dua baris), sedangkan talibun adalah "versi panjang" (enam baris atau lebih).

Sebagai alat pemelihara bahasa, pantun berperan sebagai penjaga fungsi katadan kemampuan menjaga alur berfikir. Pantun melatih seseorang berfikir tentang makna kata sebelum berujar. Ia juga melatih orang berfikir asosiatif, bahwa suatu kata bisa memiliki kaitan dengan kata yang lain.

Secara sosial pantun memiliki fungsi pergaulan yang kuat, bahkan hingga sekarang. Dikalangan pemuda sekarang, kemampuan berpantun biasanya dihargai. Pantun menunjukan kecepatan seseorang dalam berfikir dan bermain-main dengan kata. Seringkali bercampur dengan bahasa-bahasa lain.
Berikut contoh pantun karmina:
Mawar merah tumbuh di dinding
Jangan marah, just kidding
Namun demikian, secara umum peran sosial pantun adalah sebagai alat penguat penyampaian pesan.

Selengkapnya, ada di bukunya yang berjudul Sastra Indonesia Lengkap oleh: Binar Agni S.si. Dapatkan segera di toko buku terdekat. Terimakasih
Sumber: Sastra Indonesia Lengkap (Binar Agni S.si)

PENGERTIAN SASTRA

PENGERTIAN SASTRA

Seni Sastra
Sumber Gambar: https://blogkulo.com/
Sastra (Sansakerta: shastra) merupakan kata serapan dari bahasa Sanskerta sastra, yang berarti "teks yang mengandung instruksi" atau "pedoman", dari kata dasar sas- yang berarti "instruksi" atau "ajaran". Dalam bahasa Indonesia kata ini biasa digunakan untuk merujuk kepada "kesusastraan" atau sebuah jenis tulisan yang memiliki arti atau keindahan tertentu.

Selain itu dalam arti kesusastraan, sastra bisa dibagi menjadi sastra tertulis atau sastra lisan (sastra oral). Disini sastra tidak banyak berhubungan dengan tulisan, tetapi dengan bahasa yang dijadikan wahana untuk mengekspresikan pengalaman atau pemikiran tertentu. Biasanya kesusastraan dibagi menurut daerah geografis atau bahasa.

Jadi yang termasuk dalam kategori sastra adalah:
  • Pantun
  • Puisi
  • Sajak
  • Pribahasa
  • Kata Mutiara
  • Majas
  • Novel
  • Cerita/cerpen(tertulis/lisan)
  • Syair
  • Sandiwara/drama
  • Lukisan/kaligrafi
Selengkapnya, ada di bukunya yang berjudul Sastra Indonesia Lengkap oleh: Binar Agni S.si. Dapatkan segera di toko buku terdekat. Terimakasih
Sumber: Sastra Indonesia Lengkap (Binar Agni S.si)